Minggu, 22 September 2013

akibat mobilitas dan imobilitas



A.MOBILITAS
Mobilisasi atau mobilitas merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, mudah, teratur, mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan hidup sehat, dan penting untuk kemandirian (Barbara Kozier, 1995).
AKIBAT MOBILITAS:
1.Sistem Integumen
Kulit dapat beregenerasi dengan baik.

2.Sistem Kardiovaskuler
Memperlancar peredaran darah sehingga mempercepat penyembuhan luka.

3.Sistem Pernafasan
Membantu pernafasan menjadi lebih baik.

4.Sistem Musculuskeletal
Mempertahankan tonus otot . Tonus (otot) adalah kontraksi otot yang selalu dipertahankan keberadaannya oleh otot itu sendiri.

5.Sistem Eliminasi
Memperlancar eliminasi Alvi dan Urin .

6.Sistem Perkemihan
Terhindar dari batu ginjal,atau pengeluaran urin yang pekat.

7.Sistem Pencernaan
Tubuh dapat melakukan metabolisme dengan baik,dan tidak mengalami gangguan dalam proses pencernaan.







B.IMOBILITAS
Imobilisasi atau imobilitas adalah suatu pembatasan gerak atau keterbatasan fisik dari anggota badan dan tubuh itu sendiri dalam berputar, duduk dan berjalan, hal ini salah satunya disebabkan oleh berada pada posisi tetap dengan gravitasi berkurang seperti saat duduk atau berbaring (Susan J. Garrison, 2004).

AKIBAT IMOBILITAS:
         
No.
Sistem yang  mengalami  imobilisasi
Akibat
Tindakan
1.
Sistem Integument
Kerusakan intergritas kulit seperti dekubitus yaitu kerusakan atau kematian kulit sampai jaringan di bawah kulit, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus-menerus sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat.
Luka kering (tidak mengeluarkan cairan) dibersihkan dengan teknik sabbing, yaitu ditekan dan di gosok pelan-pelan menggunakan kassa steril atau kain bersih yang di basahidengan air steril atau Nacl 0’9%. Sedangkan luka basah dan mudah berdarah di bersihkan dengan teknik irigasi, yaitu disemprot lembut dengan air steril (kalau tidak ada bisa di ganti dengan air matang) atau Nacl 0,9%.
2.
Sistem kardiovaskuler
a. Peningkatan Beban Kerja Jantung
b. Hipotensi (tekanan darah rendah).

Minum banyak air putih untuk mempertahankan volume darah dan menghindari dehidrasi, Hindari mandi air panas atau mandi yang menyebabkan suhu tubuh meningkat, Pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup,Makan dengan porsi kecil.
3.
Sistem Pernafasan
a.Atelektasis: kolapsnya jaringan alveolus paru akibat obstruksi parsial atau total airway.
b.wheezing(asma)
dan peningkatan percepatan pernapasan dari batas normalnya.
a. Berbaring pada sisi paru-paru yang sehat sehingga paru-paru yang terkena kembali bisa mengembang, Menghilangkan penyumbatan, baik melalui bronkoskopi maupun prosedur lainnya, Latihan menarik nafas dalam (spirometri insentif), Perkusi (menepuk-nepuk) dada untuk mengencerkan dahak.
b. dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.
4.
Sistem Pencernaan
a.Anoreksia: penyakit psikologis gangguan makan.
b.Metabolisme menurun.
·   a. Perawatan di  rumah sakit,Mengikuti jadwal pola makan yang sesuai, Mengkonsumsi sayur-sayuran hijau, Terapi psikologi yang dilakukan oleh psikolog.
b. Minuman banyak air putih, Penuhi asupan makanan yang kaya kalsium, Cukup tidur, Olahraga di tempat yang berudara sejuk.
·       
5.
Sistem Perkemihan
Menyebabkan perubahan pada eliminasi urin
Dan Urin menjadi pekat.

Banyak minum air putih dan Dalam keadaan berbaring cobalah kencing, karena tindakan ini kadangkala membuat batu dalam kandungan air kencing bergulir ke belakang dan melepaskan sumbatan pada mulut lubang yang menuju saluran air kencing.

6.
Sistem Musculoskeletal
a.Menyebabkan penurunan massa otot.
b. osteoporosis.
a. mencukupi kebutuhan protein dan mineral, Konsumsi Cukup air, pilih lemak baik.
b. harus mengonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi, Patah tulang pergelangan biasanya digips atau diperbaiki dengan pembedahan. Pada kolaps tulang belakang disertai nyeri punggung yang hebat, diberikan obat pereda nyeri, dipasang supportive back brace dan dilakukan terapi fisik.
7.
Sistem Eliminasi
Penurunan jumlah urine yang mungkin disebabkan oleh kurangnya asupan dan penurunan curah jantung sehingga aliran darah renal dan urine berkurang.
Patuhi diet yang dianjurkan, Pembatasan asupan cairan untuk menghindari pembengkakan, Kadar kalium darah harus dipertahankan dalam batas normal.


























DAFTAR PUSTAKA