A.MOBILITAS
Mobilisasi atau mobilitas merupakan kemampuan seseorang untuk
bergerak bebas, mudah, teratur, mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan hidup
sehat, dan penting untuk kemandirian (Barbara Kozier, 1995).
AKIBAT MOBILITAS:
1.Sistem Integumen
Kulit dapat beregenerasi dengan baik.
2.Sistem Kardiovaskuler
Memperlancar peredaran darah sehingga mempercepat
penyembuhan luka.
3.Sistem Pernafasan
Membantu pernafasan menjadi lebih baik.
4.Sistem Musculuskeletal
Mempertahankan
tonus otot . Tonus
(otot) adalah kontraksi otot yang selalu dipertahankan keberadaannya oleh otot
itu sendiri.
5.Sistem Eliminasi
Memperlancar eliminasi Alvi dan Urin .
6.Sistem Perkemihan
Terhindar dari batu
ginjal,atau pengeluaran urin yang pekat.
7.Sistem Pencernaan
Tubuh dapat melakukan
metabolisme dengan baik,dan tidak mengalami gangguan dalam proses pencernaan.
B.IMOBILITAS
Imobilisasi atau imobilitas adalah
suatu pembatasan gerak atau keterbatasan fisik dari anggota badan dan tubuh itu
sendiri dalam berputar, duduk dan berjalan, hal ini salah satunya disebabkan
oleh berada pada posisi tetap dengan gravitasi berkurang seperti saat duduk
atau berbaring (Susan J. Garrison, 2004).
AKIBAT IMOBILITAS:
No.
|
Sistem yang mengalami
imobilisasi
|
Akibat
|
Tindakan
|
1.
|
Sistem Integument
|
Kerusakan
intergritas kulit seperti dekubitus yaitu kerusakan atau
kematian kulit sampai jaringan di bawah kulit, bahkan menembus otot sampai
mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus-menerus sehingga
mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat.
|
Luka
kering (tidak mengeluarkan cairan) dibersihkan dengan teknik sabbing, yaitu
ditekan dan di gosok pelan-pelan menggunakan kassa steril atau kain bersih
yang di basahidengan air steril atau Nacl 0’9%. Sedangkan luka basah dan
mudah berdarah di bersihkan dengan teknik irigasi, yaitu disemprot lembut
dengan air steril (kalau tidak ada bisa di ganti dengan air matang) atau Nacl
0,9%.
|
2.
|
Sistem kardiovaskuler
|
a. Peningkatan
Beban Kerja Jantung
b. Hipotensi (tekanan darah rendah).
|
Minum
banyak air putih untuk mempertahankan volume darah dan menghindari dehidrasi,
Hindari mandi air panas atau mandi yang menyebabkan suhu tubuh meningkat,
Pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup,Makan
dengan porsi kecil.
|
3.
|
Sistem Pernafasan
|
a.Atelektasis:
kolapsnya jaringan alveolus paru
akibat obstruksi parsial atau total airway.
b.wheezing(asma)
dan peningkatan percepatan pernapasan dari
batas normalnya.
|
a. Berbaring pada sisi
paru-paru yang sehat sehingga paru-paru yang terkena kembali bisa mengembang, Menghilangkan
penyumbatan, baik melalui bronkoskopi maupun prosedur lainnya, Latihan menarik
nafas dalam (spirometri insentif), Perkusi
(menepuk-nepuk) dada untuk mengencerkan dahak.
b.
dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin
(Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan
saluran pernafasan.
|
4.
|
Sistem Pencernaan
|
a.Anoreksia: penyakit
psikologis gangguan makan.
b.Metabolisme menurun.
|
·
a.
Perawatan di rumah
sakit,Mengikuti jadwal
pola makan yang sesuai, Mengkonsumsi
sayur-sayuran hijau, Terapi
psikologi yang dilakukan oleh psikolog.
b. Minuman
banyak air putih, Penuhi asupan
makanan yang kaya kalsium, Cukup tidur, Olahraga di tempat yang
berudara sejuk.
·
|
5.
|
Sistem Perkemihan
|
Menyebabkan
perubahan pada eliminasi urin
Dan Urin menjadi pekat.
|
Banyak minum air putih dan Dalam keadaan
berbaring cobalah kencing, karena tindakan ini kadangkala membuat batu dalam kandungan
air kencing bergulir ke belakang dan melepaskan sumbatan pada mulut lubang
yang menuju saluran air kencing. |
6.
|
Sistem Musculoskeletal
|
a.Menyebabkan
penurunan massa otot.
b. osteoporosis.
|
a. mencukupi
kebutuhan protein dan mineral, Konsumsi
Cukup air,
pilih lemak baik.
|
7.
|
Sistem Eliminasi
|
Penurunan jumlah urine yang mungkin
disebabkan oleh kurangnya asupan dan penurunan curah jantung sehingga aliran
darah renal dan urine berkurang.
|
Patuhi diet
yang dianjurkan,
Pembatasan asupan cairan untuk
menghindari pembengkakan, Kadar
kalium darah harus dipertahankan dalam batas normal.
|
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar